Banyak cerita yang kita dapatkan saat memeriahkan Dirgahayu RI setiap tahun. Cerita tersebut saya rangkum dalam artikel ini. Artikel ini menganggkat berbagai acara yang dilakukan oleh warga yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Langkat di Provinsi Sumatera Utara. Tempat yang biasanya sangat sepi berubah menjadi sebuah tempat arena bermain bagi anak-anak dan juga orang dewasa. Gelagak tawa, kecerian, sedih, serius terpancar dari rautan wajah semua orang yang menjadi satu untuk memeriahkan Digahayu Republik Indonesia.
Sejak H-2 memperingati HUT RI ke-68, banyak persiapan ataupun acara yang sudah dilaksankan. Terlihat dari kesibukan warga Kecamatan Siborongborong Kab Tapanuli Utara yang mengantarkan putri mereka ke salon terdekat sejak pagi hari. Tujuannya adalah untuk mengikuti acara kompetisi "drumband" yang diadakan oleh PemKab Tapanuli Utara. Pesertanya adalah pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).![]() |
| Agnes Tampubolon Pelajar Sekolah Dasar saat akan berangkat mengikuti kompetisi drumband |
Kompetisi drumband ini dilaksanakan di kota Tarurung, disana setiap drumband dari masing-masing sekolah yang berasal dari 15 kecamatan akan berkumpul untuk menunjukkan hasil latihan mereka. Tanpa mengurangi rasa kemeriahan HUT RI, terlihat wajah-wajah yang serius untuk mendapatkan gelar juara pada kompetisi ini.
![]() |
| Expresi serius seorang anak SD saat mengikuti ketukan drumband |
Acara ini dibuka dan diresmikan oleh Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing, setiap kelompok drumband dilepas satu persatu dan berkumpul di satu lapangan sepak bola. Terlihat antusiasme warga sekitar yang begitu riuh menyaksikan atraksi pelajar dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara. Suara drumband yang dikeluarkan dari alat musik yang dimainkan setiap pelajar ini hampir mengisi setiap penjuru kota Tarutung, bisa dibayangkan hampir 500 alat musik yang dimainkan secara bersamaan.
![]() |
| Salah satu kelompok drumband anak SD |
Kompetisi ini diikuti juga oleh pelajar SD dan Tk, maka tidak heran di sebelah iring-iringan drumband pelajar SD dan TK diikuti oleh para orangtua yang khawatir akan kondisi anak mereka. Cukup melelahkan memang untuk pelajar seusia mereka berjalan sambil memainkan alat musik drumband sepanjang kurang lebih 1 Km. Namun berkat dukungan orang tua dan semangat untuk memeriahkan HUT RI ke -68 mereka rela mengusap keringat mereka sendiri.
![]() |
![]() |
Titik berkumpul peserta drumband
Selain acara drumband, kemeriahan HUT RI ke-68 juga di meriahkan oleh lomba tari tradisional tortor batak yang diadakan di Kecamatan Siborongborong. Pesertanya berasal dari pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMA). Acara ini sangat bagus sekali untuk diiukti oleh setiap pelajar khususnya orang "Batak" yang diterpa dengan budaya K-Pop Korea selatan sehingga remaja Indonesia mengenal budayanya sendiri. Namun ada keunikan tersendiri pada acara ini, dimana ada seorang remaja yang bukan asli suku "Batak" namun terlihat lihai sekali dalam tarian Tortor batak.
![]() |
| Novia Triharna Pelajar SMA N 1 Siborongborong bersama Ayah |
Dengan Suku campuran Jawa dan Melayu, gadis bergigi gingsul bersama teman-temannya ini mampu merebut juara 1 dalam perlombaan tari Tradisional Batak. Semoga dengan diadakannya acara ini, mampu meningkatkan rasa kecintaan generasi muda kita untuk semakin mengembangkan dan melestarikan budaya kita sendiri yang sudah terbangun sejak dulu.






No comments:
Post a Comment