Friday, October 25, 2013

Indonesia JAYA

Arena pacuan kuda Siborongborong terletak di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Arena Pacuan kuda ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu, sehingga ukurannya cukup besar sehingga tidak heran jika di tengah-tengahnya mampu menampung 2 lapangan sepak bola. Acara wajib tahunan yang diadakan di Arena Pacuan Kuda Siborongborong ini adalah Pacuan kuda tradisional dan nasional serta kompetisi motorcross. Acara tahunan yang diadakan untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI ini berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 16-17 Agustus.

Adapun para peserta yang mengikuti acara ini berasal dari dalam dan luar Provinsi Sumatera Utara untuk Pacuan Kuda, dan para rider motorcross kebanyakan berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan beberapa kali mengundang rider motorcross nasional sebagai tamu.

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini mampu menyulap arena pacuan kuda yang biasanya sepi menjadi lautan keramaian para penonton, warung-warung dan tempat-tempat peristirahatan mengisi hampir setiap sudut arena pacuan kuda yang telah disediakan oleh panitita. Banyak pengunjung yang berdatangan dari berbagai daerah seperti pengunjun dari Kabupaten Tapanuli Utara sendiri, Tobasa, Toba Samosir dan Humbang Hasundutan 

Tanggal 16 agusutus merupakan hari pertama kompetisi, tidak banyak pengunjung yang datang namun memberikan keuntungan tersendiri bagi saya untuk mengambil gambar. Berikut  foto yang saya dapatkan ketika mengikuti acara ini.


starting grid (kuda dilepas)
Adakah hal yang sedikit aneh menurut anda ? 
Barangkali diantara pembaca pernah mengikuti acara pertandingan pacuan kuda tingkat nasional ataupun internasional melihat hal yang aneh pada foto tersebut. Benar sekali, banyak penonton yang berada di jalur lintasan kuda. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena menyangkut keselamatan para pengunjung dan juga kuda beserta joki. Walaupun pacuan kuda tradisional, "KESELAMATAN"  pengunjung beserta kuda dan joki adalah yang utama. Seharusnya disediakan tempat dan petugas keamanan yang seimbang dengan pengunjung. Tidak jarang terjadi kecelakaan yang melibatkan kuda dengan penonton dan motorcross dengan pengunjug. 


Kompetisi memperebutkan peringkat 1
Diluar kekurangan tersebut, perlu diberikan acungan jempol bagi panitia acara. Karena acara tahunan ini selalu diadakan dan selalu ramai pengunjung. Jika anda memperhatikan foto yang saya ambil di atas, anda dapat melihat perbedaan kelas antara pertandingan tradisional dengan nasional. Tetapi kedua kelas pertandingan tersebut sama-sama menarik untuk disaksikan dan tentunya sangat menegangkan bagi pengunjung yang bertaruh. Pada saat mengambil gambar, ada seekor kuda yang sulit di kontrol saat dilintasan dan berada tepat didepan saya. Tentu saja langsung membuat saya dan pengunjung di dekat saya sontak berlarian, tetapi saya berhasil mengambil gambar kuda tersebut.

Joki dengan kuda yang sulit untuk di-handle
Tidak jarang pula kuda yang berlari bersama joki saat start dan berlari sendiri tanpa joki saat kembali di finish.
Kuda berlari tanpa "joki"
Hal yang paling unik dalam pertandingan ini adalah hadiah bagi pemenang. Pemenang pacuan kuda dari kelas tradisional berhak membawa pulang trofi beserta seekor Babi yang di sponsori oleh BPTU Babi dan Kerbau Siborongborong dan sejumlah uang. Barang kali pembaca pasti bertanya-tanya kenapa hadiahnya babi, hewan berwarna pink ini adalah komuditi peternakan yang diunggulkan di daerah Tapanuli Utara. Jadi jangan heran jika berkunjung ke Tapanuli Utara anda akan menemukan banyak peternakan babi.

Penyerahan hadiah kepada sang juara kelas tradisional

Diantara beberapa kuda, berikut adalah foto kuda yang saya jagokan untuk menang melihat postur tubuh, cara berlajalan dan cara berlari.
selesai balapan dengan kuda lain
Selain Pacuan kuda, anda juga akan menemukan kompetisi motorcross. Ternyata para pengunjung yang hadir lebih tertarik untuk menyaksikan acara motorcross dibanding pacuan kuda. Hal ini terbukti ketika 2 tahun berturut-turut pengunjung sepi ketika tidak diadakannya balapan motorcross.Tetapi Tahun 2013, para pengunjung kembali memadati arena balapan pacuan kuda Siborongborong.

kelas pemula (anak-anak)

Sama halnya dengan arena pacuan kuda, arena motorcros ini kurang safety. Anda dapat melihat bagaimana begitu dekatnya para penonton dengan rider. Saya rasa hal tersebut dapat mempengaruhi konsentrasi para rider sehingga tidak optimal menggeber motornya. Hal tersebut juga mengakibatkan rejadinya kecelakaan yang melibatkan penonton dengan motor. Sebenarnya sudah di sediakan garis sebagai pembatas dan juga petugas keamanan khusus di arena motorcros, namun usaha pencegahan tersebut sepertinya masih kurang. Perlu kesadaran bagi para pengunjung terutama para orang tua agar tidak mengizinkan anaknya yang masih perlu pengawasan orang tua untuk berada terlalu dekat dengan jalur lintasan.









Foto diatas adalah foto-foto yang berhasil saya abadikan ketika mengikuti kejuaraan pacuan kuda dan motorcross untuk memeriahkan HUT RI ke-68 di Arena Pacuan Kuda Siborongborong. Semoga tahun depan acara ini masih berlangsung dan dapat memberikan hiburan yang berharga bagi kita semua. Tentunya semakin mengingatkan kita betapa pentingnya memeriahkan HUT RI untuk mengajarkan rasa nasionalisme ke anak cucu kita.
Selamat Ulang Tahun Indonesiaku!!!

No comments:

Post a Comment